Penghitungan Margin & Suspend Buy

 In Umum




Artikel berikut akan membahas mengenai penggunaan margin dalam trading.
Yang dimaksudkan di dalam artikel ini adalah penggunaan margin dalam trading dengan menggunakan account reguler.


Pengertian Margin
Margin dapat diartikan dalam bahasa yang lebih simple adalah pinjaman atau hutang, dalam bahasa yang lebih keren adalah leverage.
Ada kalanya traders mendapat momen yang sangat bagus untuk membeli saham, tetapi dana yang digunakan tidak cukup, sehingga anda perlu ‘meminjam’ kepada sekuritas sehingga pinjaman ini akan dikenakan bunga.
Bunga margin pada Mirae Sekuritas disebut sebagai penalty, yang besarnya standard 0.2% per hari.

Contoh Penggunaan Margin
Anda memiliki dana didalam account anda sebesar Rp. 50 juta, dan bila anda membeli saham sebesar Rp. 60 juta, maka Rp. 10 juta lebihnya yang digunakan dalam pembelian saham merupakan pinjaman atau dikatakan menggunakan margin.

Penghitungan Bunga Margin
Saya berikan ilustrasi penghitungan sebagai berikut:

Ilustrasi – 1: Buy / Sell

margin1

Bila anda membeli saham dengan menggunakan margin sebesar Rp. 10 juta (seperti pada contoh diatas) pada Tgl 11 dan menjual pada tgl 19, maka penghitungan bunga adalah selisih antara T+3 jual dengan T+3 beli.
T+3 jual adalah pada tgl 24 dan T+3 beli tanggal 16 sehingga penghitungan bunga adalah 8 hari x 0.2% = 1,6%  (penghitungan ini meliputi hari Sabtu dan Minggu)
Bunga yang harus dibayar adalah Rp. 10 juta x 1.6% = Rp. 160,000

Ilustrasi – 2:  Setoran dilakukan di T+3
Bila anda melakukan setoran paling lambat pada hari T+3 yaitu tanggal 16, maka anda tidak dikenakan bunga karena telah memenuhi kewajiban pinjaman.
Sell yang dilakukan pada tanggal 19 atau pada tanggal kapanpun tidak akan diperhitungkan lagi, karena anda telah melunasi pinjaman.

margin2

Ilustrasi – 3:  Jual pada hari T+3
Banyak traders/investor  yang salah kaprah tentang hal ini,
Ada yang mengatakan bahwa penjualan pada hari T+3 yaitu pada saat jatuh tempo pembayaran tidak dikenakan bunga.
Bila anda melakukan penjualan pada T+3 beli, maka tetap saja anda dikenakan bunga, karena penghitungan adalah selisih hari antara T+3 jual  dan T+3 beli.
Dalam hal ini T+3 jual adalah tgl 19 dan T+3 beli adalah tgl 16 sehingga anda akan dikenakan bunga 3 hari
Bila dalam kasus diatas, maka Rp. 10 juta x 3 x 0.2% = Rp. 60,000

margin3

Ilustrasi – 4 : Setor dilakukan pada T+4
Berikutnya adalah contoh penghitungan bila anda melakukan setoran pada T+4, maka penghitungan bunga yang dikenakan hanya 1 hari saja.
Rp. 10 juta x 1 x 0.2% = Rp. 20,000

margin4

Ilustrasi – 5:  Force Sell
Bila anda tidak melakukan setoran maupun penjualan maka pada T+7 (Sejak Januari 2013, Force sell dilakukan pada T+5, namun pada ilustrasi dibawah masih menggunakan T+7) sejak tanggal pembelian saham, maka saham anda akan dijual paksa oleh pihak sekuritas atau istilahnya Force Sell.
Sebelum dilakukan force sell, pihak sekuritas akan memberitahu melalui telepon bahwa akan dilakukan force sell, dan nasabah tidak bisa memilih untuk di force sell saham yang mana, dan tetap setelah force sell, maka penghitungan bunga tetap berlaku, dimana dalam hal ini selisih T+3 jual  dan T+3 beli, dari tgl 25 dan tgl 16 yaitu 9 hari.
Rp. 10 juta x 9 x 0.2% = Rp. 180,000

margin6

Saran saya dalam penggunaan margin, adalah gunakan dengan sangat berhati-hati, karena margin seperti pedang bermata-dua yang dapat memperbanyak profit anda (karena ada leverage) dan juga dapat memperbanyak loss yang diderita. Gunakan pada saat market sedang bullish dan pada saham yang bluechip.

Suspend Buy 

Pada penggunaan margin, ada mekanisme suspend buy yang diterapkan pada nasabah, dimana nasabah tidak diperkenankan melakukan pembelian saham lagi (suspend buy)

Berikut ini beberapa ilustrasinya:

  1. Nasabah membeli saham menggunakan RTL sehingga saldo Cash T+3 menjadi negatif. Nasabah melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo pada T+3. Pembayaran harus dilakukan sebelum Cut Off Time yaitu maksimum jam 12.00 agar dana bisa masuk kedalam sistem dihari yang sama.
  2. Nasabah membeli saham menggunakan RTL sehingga saldo Cash T+3 menjadi negatif. Nasabah melakukan pembayaran pada T+4, melebihi batas jatuh tempo pembayaran yaitu T+3. Maka nasabah akan terkena suspend buy pada T+4. Suspend Buy akan dicabut secara otomatis setelah pembayaran telah terverifikasi dan terlihat pada sistem kami dan saldo cash kembali positif
  3. Nasabah membeli saham menggunakan RTL sehingga saldo Cash T+3 menjadi negatif. Nasabah tidak melakukan pembayaran sehingga harus terkena forced sell di T+5. Dana forced sell akan masuk 3hari setelah penjualan, dan Nasabah akan terkena suspend buy sampai dengan T+8.
  4. Nasabah membeli saham menggunakan RTL sehingga saldo Cash T+3 menjadi negatif. Tidak melakukan pembayaran tetapi menjual saham pada T+0 atau T+1 senilai jumlah kekurangan bayar. Nasabah tidak terkena suspend buy.
  5. Nasabah membeli saham menggunakan RTL sehingga saldo Cash T+3 menjadi negatif. Tidak melakukan pembayaran tetapi menjual saham pada T+2 senilai jumlah kewajiban pembayaran untuk membuat saldo cash kembali positif. Nasabah akan terkena suspend buy 1hari di T+4.

 

Pastikan anda melunasi kewajiban sebelum jatuh tempo agar tidak terkena dampak suspend buy, happy trading.

Recent Posts

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search